Tugas Survei Tanah dan Evaluasi Lahan Minggu ke 4

1.        Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua
Istilah-Istilah pada Minggu ke-4
·      Pengertian Citra Satelit
Citra Satelit  merupakan pemotretan suatu daerah menggunakan wahana satelit yang dioperasikan dari  ruang angkasa.
·      Pengertian Foto Udara
Foto Udara adalah hasil pemotretan suatu daerah dari ketinggian tertentu, dalam ruang lingkup atmosfer menggunakan kamera. Misalnya pemotretan   menggunakan pesawat terbang, helikopter, balon udara, drone atau UAV, dan wahana lainnnya.
·      Pengertian Stereoskop
Stereoskop ialah suatu alat yang digunakan untuk dapat melihat sepasang gambar/fotosecara stereoskopis. Stereoskop adalah alat yang biasanya digunakan untuk melihat bentuktiga dimensi pasangan foto udara
·      Informasi yang Ada pada Foto Udara
Informasi tepi adalah sesuatu yang memiliki makna atau manfaat yang berada pada tepi foto udara. Adapun informasi pada photo udara yang perlu diidentifikasi sebagai informasi atau data awal dalam pelaksanaan pekerjaan photogrametri, dan yang termasuk didalamnya adalah:
a)    Fiducial mark : merupakan 4 tanda titik bidang focus kamera udara yang kegunaannya untuk menentukan titik utama photo udara.yang merupakan titik pusat exposure dan proyeksi.
b)   Titik utama (principal point) merupakan titik pusat exposure dan proyeksi, dan merupakan titik perpotongan antara 4 titik fiducial mark.
c)    Nivo merupakan alat pendatar kamera udara yang terbuat dari cairan yang peka terhadap getaran dan kemiringan.
d)   Jam merupakan alat penentu waktu saat pemotretan.
e)    Fokus merupakan panjang lensa saat pemotretan objek, bisa diamati pada informasi tepi photo udara.
f)    Tinggi terbang merupakan ketinggian penerbangan saat pemotretan dilakukan alat pencatatnya dinamakan altimeter yang dapat dibaca pada informasi tepi photo udara.
g)   Arah utara merupakan arah utara yang ditunjukkan pada photo udara yang penentuannya mengacu pada waktu pemotretan dan arah bayangan photo.
h)   Skala merupakan besaran pembanding antara jarak pada photo dan di lapangan yang penentuannya dengan cara nilai fokus kamera saat pemotretan (f) dibagi dengan tinggi terbang (H) (Skala = f / H).
·      Pengertian Principle Point
Titik utama (principal point) merupakan titik pusat exposure dan proyeksi, dan merupakan titik perpotongan antara 4 titik fiducial mark(4 tanda titik bidang focus kamera udara yang kegunaannya untuk menentukan titik utama photo udara.yang merupakan titik pusat exposure dan proyeksi).
·      Peta Kerja
Peta kerja merupakan suatu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja.
·      Unsur-Unsur Interpretasi Foto Udara
1)   Rona dan Warna
Rona (tone/color tone/grey tone) adalah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan obyek pada citra yang menggunakan sprektrum lebar 0,4 – 0,7 μm (hitam-putih). Warna merupakan wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak
2)   Bentuk
Bentuk merupakan konfigurasi atau kerangka suatu objek, sehingga dapat mencirikan suatu mpenampakan yang ada pada citra dapat di identifikasi dan dapat dibedakan antar objek.
3)   Ukuran
Ukuran ialah atribut obyek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume.
4)   Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra (Lillesand dan Kiefer, 1979) atau pengulangan rona kelompok obyek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual (Estes dan Simonett, 1975). Tekstur merupakan hasil gabungan dari bentuk, ukuran, pola, bayangan serta rona
5)   Pola
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak obyek bentukan manusia dan bagi beberapa obyek alamiah.
6)   Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di daerah gelap.
7)   Situs
Situs atau lokasi suatu obyek dalam hubungannya dengan obyek lain dapat membantu dalam menginterpretasi foto udara ataupun citra ikonos
8)   Asosiasi
Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek lain.
9)   Konvergensi Bukti
Konvergensi Bukti adalah bukti-bukti yang mengarah kepada kebenaran, artinya semakin banyak unsur interpretasi yang diguna kan dalam menginterpretasi suatu citra maka semakin besar kemung kinan kebenaran interpretasi yang dilakukan

2.        Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu ketiga
1)   Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?
Karena penentuan luasan SPT terkecil 0,4 cm² digunakan untuk mempermudah melakukan perhitungan dan memperkirakan perbesaran dalam keadaan yang sebenarnya dilapang yang telah di bandingkan dengan skala peta. SPT 0,4 cm² merupakan satuan terkecil yang telah ditentukan, apabila nilainya lebih kecil dari 0,4 cm² maka peta sulit untuk digunakan delineasi dan akan banyak bagian-bagian dari peta tanah yang tidak saling berhubungan yang dapat menyebabkan akan terhapusnya dari peta.
Selain itu dapat digunakan dalam mendapatkan kompleks tanah yang jika berasosiasi secara geografis tapi tidak dapat dipisahkan (kecuali pada tingkat sangat detil). Peta lahan akan menjadi rumit jika tidak dibatasi dengan ukuran 0,4 cm² karena terlalu banyak SPT terkecil yang muncul sehingga menyulitkan dalam membaca peta.
2)   Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN
Pembesaran peta dengan mengubah skala dibenarkan. Dengan membesarkan skala dari 1:250.000 menjadi 1:50.000 akan memperoleh objek pengamatan lebih jelas dan informasi yang semakin detail. Di dalam pengamatan peta kita membutuhkan gambar yang jelas dan informasi yang akurat. Dan sebaliknya ketika mengecilkan skala maka informasi yang didapat kurang detail.
3)   Skala peta
a.         Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pada peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
·      Eksplorasi (1 : 1.000.000)
Luas di lapangan = 0.8 cm² × (1.000.000)²
= 0.8 × 1012 cm²
= 8.000 ha
·      Tinjau (1 : 250.000)
Luas di lapangan = 0.8 cm² × (250.000)²
= 0.8 × 625 × 108
= 500 × 108 cm²
= 500 ha
·      Semi detil (1 : 50.000)
Luas di lapangan = 0.8 cm² × (50.000)²
= 0.8 × 25 × 108
= 20 × 108 cm²
= 20 ha
·      Detil (1 : 25.000)
Luas di lapangan = 0.8 cm² × (25.000)²
= 0.8 × 625 × 106
= 500 × 106 cm²
 = 5 ha
·      Sangat detil (1 : 5000)
Luas di lapangan = 0.8 cm² × (5.000)²
= 0.8 × 25 × 106
= 20 × 10 6 cm²
= 0.2 ha
b.        Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
·      Eksplorasi (1:1.000.000)
     Peta eksplorasi hanya menggambarkan sebaran tanah secara umum untuk menyusun atlas nasional yang memiliki luas tiap 1 cm2 pada peta adalah 100km2 atau kurang. Sehingga informasi sifat sifat tanah sangat minim, oleh karena itu tidak dapat digunakan untuk keperluan khusus.
·      Tinjau (1:250.000)
     Survey tanah tinjau umunya diperlukan unutk perencanaan tingkat regional atau propinsi. intensitas pengamatan pada peta tanah tinjau yaitu kurang lebih 1 untuk 12,5 km2.
·      Semi Detail (1:50.000)
     Peta tanah semi detail digunakan untuk menggambarkan potensi proyek pengembangan. Intensitas pengamatan sekitar 1 untuk setiap 50 hektar.
·      Detail (1:25.000)
     Peta tanah detail digunakan untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu proyek konversi tanah. Intensitas pengamatan sekitar 1 untuk setiap 2 hektar hingga 12,5 hektar.
·      Sangat Detil (1 : 5000)
     Peta tanah sangat detil mempunyai skala > 1:10.000. Pengamatannya 2 atau lebih untuk setiap hektarnya. Peta ini ditujukan untuk penelitian khusus, misalnya untuk petak percobaan pertanian guna mempelajari variabilitas respons tanaman terhadap pemupukan atau perlakuan tertentu dan lain-lain. Luas tiap 1 cm² pada peta = 0,25 Ha. Kerapatan pengamatan rata-rata adalah dua tiap 1 Ha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PETA GEOLOGI KABUPATEN BLITAR